Mahasiswa Pascasarjana dan FEB UBMG Perluas Wawasan Global Kewirausahaan lewat Kuliah Pakar di UNDIKSHA Bali

Mahasiswa Pascasarjana dan FEB UBMG saat Kuliah Pakar di UNDIKSHA Bali
Mahasiswa Pascasarjana dan FEB UBMG saat Kuliah Pakar di UNDIKSHA Bali

Otanaha.id -

GORONTALO, – Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) terus menegaskan komitmennya dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi melalui pelaksanaan Studi Kepakaran dan Kuliah Pakar bertema “Entrepreneurship & Management” yang digelar di Gedung Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha (UNDIKSHA), Kabupaten Buleleng, Bali, Selasa (20/1/2026).

‎Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi UBMG dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis pengalaman akademik (academic experiential learning), sekaligus memperkuat integrasi antara teori, praktik, dan perkembangan keilmuan mutakhir di bidang manajemen dan kewirausahaan.

‎Peserta kegiatan terdiri atas mahasiswa Program Pascasarjana (PPs) S2 Manajemen dan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UBMG. Para mahasiswa mengikuti kuliah pakar secara aktif sebagai upaya meningkatkan kapasitas akademik, daya pikir kritis, serta kesiapan menghadapi tantangan dunia usaha dan industri.



‎Kuliah pakar menghadirkan Guru Besar UNDIKSHA, Prof. Putu Indah Rahmawati, M.Bus, Ph.D, yang memiliki kepakaran di bidang manajemen strategis dan kewirausahaan. Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi sebagai wujud penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengembangan keilmuan.

‎Dekan FEB UBMG, Dr. Darman, M.Si, menjelaskan bahwa studi kepakaran ini dirancang sebagai kunjungan akademik resmi untuk memberikan pengalaman belajar langsung kepada mahasiswa melalui interaksi dengan pakar nasional berpengalaman internasional.

‎“Melalui kegiatan ini, UBMG berupaya memperkaya perspektif akademik mahasiswa dalam memahami dinamika kewirausahaan dan manajemen modern yang berbasis riset, inovasi, serta praktik nyata. Ini juga menjadi bagian dari penguatan capaian pembelajaran lulusan dan mata kuliah terkait,” ujar Dr. Darman.

‎Ia menambahkan, pembelajaran di luar kampus melalui kuliah pakar lintas perguruan tinggi merupakan langkah strategis dalam menciptakan iklim akademik yang adaptif dan kolaboratif, sejalan dengan kebijakan pendidikan tinggi yang mendorong internasionalisasi dan penguatan jejaring akademik.

‎Kegiatan berlangsung dalam format kuliah pakar interaktif. Mahasiswa didorong untuk berdiskusi aktif, menyampaikan gagasan, serta mengaitkan teori yang diperoleh di kelas dengan praktik manajerial dan kewirausahaan di lapangan.

‎Materi yang disampaikan meliputi entrepreneurial managerial, strategi menemukan dan mengembangkan ide bisnis berbasis peluang dan permasalahan, pemahaman alur proses bisnis sejak tahap perencanaan, hingga penentuan waktu (timing) yang tepat dalam memulai dan mengembangkan usaha.

‎Selain itu, narasumber juga menekankan pentingnya self-leadership dan entrepreneurial mindset sebagai fondasi utama dalam membangun kepemimpinan organisasi dan keberlanjutan bisnis.
‎Prof. Putu Indah Rahmawati menyampaikan bahwa kewirausahaan tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada kemampuan menciptakan nilai, keberanian mengambil risiko yang terukur, serta konsistensi dalam mengelola proses bisnis.

‎“Seorang entrepreneur dan manajer harus mampu melihat masalah sebagai peluang, memulai dari skala kecil, serta membangun bisnis secara bertahap dengan landasan nilai, etika, dan keyakinan yang kuat. Manajemen yang baik lahir dari pemahaman proses dan keberanian mengambil keputusan pada waktu yang tepat,” jelasnya.

‎Ia juga menegaskan bahwa penguatan manajemen bisnis harus berbasis pengetahuan, data, dan refleksi berkelanjutan agar lulusan perguruan tinggi mampu menjadi pemimpin yang adaptif di tengah dinamika global yang cepat.

‎Kegiatan ini mendapat respons positif dari mahasiswa. Selain memperkaya pemahaman konseptual, kuliah pakar dinilai relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta mendorong lahirnya orientasi kewirausahaan, inovasi, dan pemikiran strategis.


‎Melalui kegiatan ini, UBMG semakin memperkuat citranya sebagai perguruan tinggi yang progresif, terbuka terhadap kolaborasi nasional, dan konsisten dalam meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis keilmuan dan praktik terbaik.

‎“UBMG berharap kegiatan Studi Kepakaran dan Kuliah Pakar ini dapat terus melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, berkarakter, berdaya saing global, berjiwa wirausaha, serta mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi dan sosial,” tutup Dr. Darman.