LIMBOTO, – Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) bersama RSUD Dr. Ainun Asri Habibie Provinsi Gorontalo mematangkan kerja sama layanan administrasi kependudukan berbasis rumah sakit. Kerja sama tersebut difinalisasi dalam rapat pada Rabu (20/1/2026) di RSUD Ainun Habibie.
Finalisasi ini menjadi langkah konkret integrasi layanan pencatatan kelahiran dan kematian dalam satu sistem terpadu bertajuk Sistem Administrasi Kependudukan Lahir Mati Holistik Universal (SAKA LAMAHU). Melalui sistem ini, peristiwa kelahiran dan kematian yang terjadi di rumah sakit dapat langsung terhubung dengan sistem administrasi kependudukan.
Rapat diikuti Tim Perumus RSUD Dr. Ainun Asri Habibie yang dipimpin Kepala Bidang Keperawatan, Fandy Palealu, bersama jajaran pejabat administrator dan staf Dukcapil Kabupaten Gorontalo. Fokus pembahasan adalah penyempurnaan draf nota kesepahaman (MoU) sebagai dasar hukum kerja sama lintas instansi.
Kepala Dukcapil Kabupaten Gorontalo, Muhtar Taufik Saleh Nuna, menjelaskan bahwa SAKA LAMAHU digagas untuk memangkas birokrasi administrasi kependudukan yang selama ini dinilai berbelit.
“Semangatnya adalah integrasi. Masyarakat tidak perlu lagi mengurus pencatatan kelahiran atau kematian secara terpisah karena sudah terlayani langsung dari rumah sakit,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Keperawatan RSUD Dr. Ainun Asri Habibie, Fandy Palealu, menegaskan bahwa SAKA LAMAHU lahir dari komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Ini upaya serius agar masyarakat memperoleh dokumen kependudukan secara cepat, akurat, dan bermartabat,” tandasnya.
Melalui kerja sama ini, Pemkab Gorontalo dan RSUD Ainun Habibie berharap pelayanan administrasi kependudukan semakin efektif, efisien, dan berorientasi pada kemudahan masyarakat. (Hadi)






















