MALANG – Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan dan Budaya (FIPB) Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) mengikuti kegiatan Studi Kepakaran di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Bedali Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (22/1/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman lapangan (experiential learning) yang dirancang untuk memperkuat kompetensi akademik, profesional, serta sensitivitas sosial mahasiswa sebagai calon pendidik, khususnya dalam konteks pendidikan inklusif.
SLBN Bedali Lawang merupakan satu-satunya SLBN di Kabupaten Malang yang berdiri sejak tahun 1986. Dengan luas area mencapai 4,5 hektare, sekolah ini menyelenggarakan pendidikan dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA bagi anak berkebutuhan khusus, serta menjadi salah satu rujukan pengembangan praktik pendidikan inklusif di Jawa Timur.
Rombongan UBMG disambut langsung oleh Kepala SLBN Bedali Lawang, Sukahar, M.Pd, didampingi jajaran pimpinan dan guru. Kegiatan diawali dengan pemutaran video profil sekolah, dilanjutkan sambutan Kepala Sekolah dan sambutan perwakilan UBMG yang disampaikan Kepala Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) UBMG, Rizal, M.Si, selaku dosen pendamping.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman komprehensif mengenai strategi pembelajaran, manajemen kelas, serta pendekatan pedagogis yang diterapkan dalam pendidikan anak berkebutuhan khusus. Mahasiswa tidak hanya melakukan observasi, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi akademik bersama guru dan tenaga pendidik SLBN.
Dekan FIPB UBMG, Dr. Imam Mashudi, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa Studi Kepakaran merupakan bagian strategis dari penguatan kurikulum berbasis capaian pembelajaran lulusan.
“Studi Kepakaran ini menjadi wahana integrasi antara teori di bangku kuliah dan praktik nyata di lapangan, khususnya dalam pendidikan inklusif. Kami ingin lulusan UBMG tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki empati, etika profesi, dan kesiapan menghadapi kompleksitas dunia pendidikan,” ungkap Dr. Imam.
Sebagai bentuk penghargaan dan penguatan hubungan kelembagaan, UBMG menyerahkan cenderamata kepada pihak SLBN Bedali Lawang. Kegiatan semakin bermakna dengan penampilan vokalia dari siswa-siswi berkebutuhan khusus yang menampilkan potensi, kreativitas, dan kepercayaan diri peserta didik.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke ruang kelas dan ruang keterampilan. Pada sesi ini, mahasiswa UBMG melakukan observasi langsung terhadap proses pembelajaran, metode pengembangan keterampilan, serta fasilitas pendukung pendidikan khusus.
Sesi diskusi dan tanya jawab bersama guru menjadi ruang refleksi akademik yang memperkaya wawasan mahasiswa terkait praktik terbaik (best practices) dalam pendidikan anak berkebutuhan khusus.
Kepala SLBN Bedali Lawang, Sukahar, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Studi Kepakaran tersebut.
“Kami berharap ke depan kegiatan seperti ini dapat dilakukan dengan durasi yang lebih panjang agar kolaborasi akademik dan pertukaran pengalaman dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa SLBN Bedali Lawang kerap menerima kunjungan dari berbagai instansi pendidikan dan pemerintahan, namun kunjungan dari perguruan tinggi asal Provinsi Gorontalo merupakan yang pertama, sehingga menjadi kebanggaan tersendiri bagi pihak sekolah.
Pihak SLBN Bedali Lawang menyatakan kesiapan untuk membuka peluang kerja sama lanjutan dengan UBMG, khususnya di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Menutup kegiatan, Dr. Imam Mashudi menegaskan komitmen UBMG dalam penguatan mutu akademik dan pendidikan inklusif.
“Melalui Studi Kepakaran ini, Universitas Bina Mandiri Gorontalo kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada penguatan mutu akademik, sekaligus berkontribusi aktif dalam pengembangan pendidikan inklusif di tingkat nasional,” pungkasnya.






















