GORONTALO – Universitas Bina Taruna Gorontalo (UNBITA) terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan berintegritas. Melalui Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKT), UNBITA menggelar kegiatan edukasi pencegahan dan penanganan kekerasan bagi mahasiswa, Jumat (23/1/2026).
Kegiatan ini menyasar mahasiswa Program Studi Promosi Kesehatan Semester I sebagai kelompok awal, dengan tujuan membangun kesadaran sejak dini tentang pentingnya menciptakan kampus yang bebas dari segala bentuk kekerasan.
Rektor Universitas Bina Taruna Gorontalo, Dr. Ellys Rachman, menegaskan bahwa edukasi tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan institusional perguruan tinggi dalam melindungi seluruh sivitas akademika.
“Perguruan tinggi harus menjadi ruang aman bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Edukasi ini penting agar mahasiswa memahami hak dan kewajibannya, sekaligus mengetahui mekanisme perlindungan jika menghadapi atau menyaksikan tindakan kekerasan,” ujar Dr. Ellys.
Dalam kegiatan tersebut, Satgas PPKT memaparkan berbagai bentuk kekerasan yang berpotensi terjadi di lingkungan kampus, mulai dari kekerasan fisik, verbal, seksual, hingga kekerasan berbasis relasi kuasa. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai peran dan fungsi Satgas PPKT dalam pencegahan serta penanganan kasus kekerasan.
Ketua Tim Satgas PPKT UNBITA, Arif Mahfudin Ibrahim, menjelaskan bahwa mahasiswa baru merupakan kelompok strategis dalam upaya pencegahan karena sedang berada pada fase awal adaptasi kehidupan akademik.
“Mahasiswa semester awal perlu dibekali pemahaman yang utuh agar mampu mengenali potensi kekerasan, bersikap preventif, serta mengetahui jalur pelaporan yang aman dan terpercaya,” jelasnya.
Selain edukasi substantif, Satgas PPKT juga menyampaikan alur pelaporan kasus kekerasan, prinsip kerahasiaan identitas korban, serta sanksi institusional yang dapat dikenakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan kebijakan internal universitas.
Rektor UNBITA menegaskan bahwa keberadaan Satgas PPKT bukan sekadar pemenuhan regulasi, tetapi merupakan wujud nyata komitmen kampus dalam menegakkan nilai kemanusiaan dan keadilan.
“UNBITA tidak mentoleransi segala bentuk kekerasan. Setiap laporan akan ditangani secara profesional, objektif, dan berpihak pada perlindungan korban,” tegas Dr. Ellys.
Arif Mahfudin Ibrahim menambahkan, kegiatan edukasi serupa akan dilaksanakan secara berkelanjutan dan diperluas ke seluruh program studi di lingkungan UNBITA.
“Ini adalah agenda berkelanjutan Satgas PPKT. Kami ingin membangun kesadaran kolektif agar seluruh civitas akademika berperan aktif menciptakan kampus yang aman, nyaman, dan beradab,” ungkapnya.
Menutup kegiatan, Rektor UNBITA mengajak mahasiswa untuk menjadi bagian dari gerakan bersama menjaga iklim akademik yang sehat dan beretika.
“Kampus yang unggul tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuannya menjaga martabat, keselamatan, dan rasa aman seluruh warganya,” pungkasnya. (Hadi)






















