GORONTALO – Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO), Dr. Zuriati Muhamad, menyoroti maraknya penyelenggaraan perkuliahan profesi secara daring di sejumlah perguruan tinggi yang dinilai berpotensi menyalahi etika dan menurunkan mutu pendidikan.
Dr. Zuriati menegaskan bahwa pendidikan profesi, khususnya di bidang kesehatan, tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya secara online karena berkaitan langsung dengan penguasaan keterampilan praktik, kompetensi klinis, serta tanggung jawab moral terhadap keselamatan masyarakat.
Menurutnya, pendidikan profesi memiliki standar nasional yang ketat, mulai dari kurikulum, metode pembelajaran, hingga praktik lapangan. Jika perkuliahan dilakukan secara daring tanpa memenuhi standar tersebut, maka kualitas lulusan akan dipertanyakan.
“Pendidikan profesi bukan hanya transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan keterampilan dan sikap profesional yang harus dilakukan secara langsung,” tegas Dr. Zuriati.
Ia mengingatkan agar perguruan tinggi tidak tergoda membuka program profesi berbasis online semata-mata demi mengejar jumlah mahasiswa atau keuntungan finansial, tanpa memperhatikan regulasi dan kualitas pendidikan.
Dr. Zuriati menambahkan, FIKES UMGO berkomitmen untuk menyelenggarakan pendidikan profesi sesuai ketentuan perundang-undangan, standar akreditasi, serta etika akademik demi melahirkan tenaga kesehatan yang kompeten dan berintegritas.
Sorotan tersebut diharapkan menjadi perhatian bersama bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan tinggi, khususnya di bidang kesehatan, agar mutu pendidikan dan keselamatan publik tetap menjadi prioritas utama.





















