Yudisium Semester Ganjil 2025/2026, UBMG Tegaskan Komitmen Mutu Akademik dan Daya Saing Lulusan

Pelaksanaan Yudisium Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026, Universitas Bina Mandiri Gorontalo.
Pelaksanaan Yudisium Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026, Universitas Bina Mandiri Gorontalo.

Otanaha.id -

GORONTALO, – Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun mutu akademik dan meningkatkan daya saing lulusan melalui pelaksanaan Yudisium Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026, yang digelar pada Kamis (29/1/2026) di Aula Kampus UBMG.
Kegiatan yudisium ini menjadi bagian penting dari penguatan budaya akademik unggul di lingkungan UBMG. Tidak sekadar menandai berakhirnya proses perkuliahan satu semester, yudisium juga berfungsi sebagai forum evaluasi strategis untuk memastikan ketercapaian capaian pembelajaran lulusan (CPL), kualitas proses pembelajaran, serta efektivitas sistem evaluasi akademik secara menyeluruh.
Pada sesi pertama, yudisium diikuti oleh ratusan mahasiswa Fakultas Sains Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FSTIK) dari enam program studi. Kehadiran pimpinan universitas, pimpinan fakultas, ketua program studi, serta dosen menjadi cerminan keseriusan UBMG dalam menempatkan pendampingan akademik dan penjaminan mutu sebagai prioritas utama pengelolaan pendidikan tinggi.
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Sistem Informasi UBMG, William I.S. Mooduto, M.SA, menegaskan bahwa yudisium merupakan bagian integral dari siklus akademik yang dirancang untuk menjamin kualitas dan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan.
“Yudisium adalah ruang refleksi akademik. Di sinilah kita mengukur ketercapaian pembelajaran mahasiswa sekaligus mengevaluasi kinerja pengajaran dosen. Tradisi akademik ini terus kami pertahankan sebagai wujud komitmen UBMG terhadap mutu dan budaya akademik unggul,” tegasnya.
Ia menambahkan, UBMG secara konsisten menyelaraskan proses pembelajaran dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) serta kebutuhan dunia kerja, khususnya pada bidang kesehatan yang menuntut kompetensi profesional, etika, dan keterampilan praktik yang tinggi.
“Mahasiswa FSTIK tidak hanya dipersiapkan unggul secara akademik, tetapi juga siap menjadi tenaga kesehatan profesional yang berkarakter, adaptif, dan berdaya saing nasional,” tambah William.
Selain itu, lulusan program vokasi UBMG juga dibekali sertifikat kompetensi sebagai pengakuan atas kemampuan praktis mahasiswa, sehingga memiliki nilai tambah saat memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Wakil Dekan FSTIK UBMG, Fatmah Ma’ruf, M.Si, menyampaikan bahwa pemberian penghargaan kepada mahasiswa berprestasi merupakan bagian dari upaya membangun budaya akademik yang sehat dan kompetitif.
Adapun mahasiswa FSTIK yang meraih prestasi terbaik yakni Annisa Salsabila Azzahra, Silsasilwin M. Lahay, dan Rafdin J. Yapental dari Program Studi S1 Gizi.
Pada sesi kedua, yudisium dilaksanakan bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Pemerintahan dan Sektor Publik (FPSP), serta Fakultas Ilmu Pendidikan dan Budaya (FIPB). Pelaksanaan ini semakin menegaskan bahwa UBMG menerapkan standar akademik yang seragam, terukur, dan berorientasi mutu di seluruh fakultas.
Kepala Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) UBMG, Rizal, M.Si, menilai hasil yudisium sebagai indikator kematangan akademik mahasiswa.
“Capaian akademik mahasiswa merupakan hasil sinergi antara kesungguhan belajar mahasiswa dan peran dosen dalam membimbing serta membentuk karakter. Inilah kekuatan UBMG, kolaborasi yang berorientasi pada kualitas,” ujarnya.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan masa libur semester sebagai ruang aktualisasi diri dan kontribusi sosial.
“Mahasiswa UBMG adalah representasi nilai dan identitas kampus. Melalui sikap, perilaku, dan prestasi, mahasiswa diharapkan dapat membawa pesan positif UBMG di tengah masyarakat,” tambahnya.
Dalam konteks penguatan branding institusional, UBMG terus menanamkan nilai Aktualisasi Kampus Unggul, Perguruan Tinggi Unggul, Berkarakter, dan Mengglobal (AKU UBMG) sebagai roh pengembangan akademik dan kemahasiswaan.

Adapun mahasiswa berprestasi dari tiga fakultas yakni:
FEB: Trivena L. Mandagi, Aulia A. Rahman, dan Rizky H. Makka
FIPB: Ostin Y. Usman, Anita Olii, dan Marshela Siradjang
FPSP: Yuspita Hasan, Siti Nurinda Mointi, dan Aulia Abdulrahman
Melalui yudisium ini, UBMG tidak hanya merayakan capaian akademik mahasiswa, tetapi juga mempertegas perannya sebagai perguruan tinggi yang konsisten membangun mutu, karakter, dan relevansi pendidikan.
“Dengan sistem akademik yang terukur, dosen yang kompeten, serta lingkungan belajar yang kondusif, UBMG optimistis melahirkan lulusan yang siap bersaing dan berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional. UBMG Unggul, Berkarakter, dan Mengglobal,” tutup Rizal, M.Si