PMI Gorontalo Apresiasi Kepedulian Insan Pers Lewat Donor Darah HPN ke-80

Donor Darah HPN Ke 80

Dr. Leisyawati Ali, S.IP., M.Si, Ketua Bidang Donor Darah PMI Provinsi Gorontalo bersama Wakil Ketua PMI Provinsi Gorontalo Jusuf S.Puhi,S.Pd dan Sekretaris Drs.Risman Karim,M.Pd pada Kegiatan Donor Darah HPN 2026
Dr. Leisyawati Ali, S.IP., M.Si, Ketua Bidang Donor Darah PMI Provinsi Gorontalo bersama Wakil Ketua PMI Provinsi Gorontalo Jusuf S.Puhi,S.Pd dan Sekretaris Drs.Risman Karim,M.Pd pada Kegiatan Donor Darah HPN 2026

Otanaha.id -

GORONTALO – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Gorontalo terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat untuk melakukan donor darah secara rutin guna memenuhi kebutuhan darah yang terus meningkat di wilayah Gorontalo.

‎Hal tersebut disampaikan Dr. Leisyawati Ali, S.IP., M.Si, Ketua Bidang Donor Darah PMI Provinsi Gorontalo, saat menghadiri kegiatan donor darah yang digelar Aliansi Jurnalis Gorontalo dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke-80, yang berlangsung di Kantor DPRD Kabupaten Gorontalo, Selasa (3/2/2026).

‎Dalam kegiatan kemanusiaan tersebut, PMI Provinsi Gorontalo turut memberikan dukungan penuh, baik dari sisi pelayanan medis maupun pendampingan teknis. Kegiatan donor darah ini berhasil mengumpulkan 54 kantong darah, yang selanjutnya akan disalurkan kepada pasien yang membutuhkan melalui Unit Transfusi Darah (UTD).



‎Dalam sambutannya, Leisyawati menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang telah menjadikan momentum HPN sebagai ruang kepedulian sosial.

‎“Kami dari PMI Provinsi Gorontalo mengucapkan terima kasih kepada teman-teman pers. Alhamdulillah, pada peringatan HPN ke-80 tahun ini, donor darah menjadi bagian dari kegiatan kemanusiaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

‎Leisyawati mengungkapkan, kebutuhan darah di Provinsi Gorontalo saat ini tergolong tinggi. Setiap bulan, PMI membutuhkan sekitar 1.000 hingga 1.200 kantong darah untuk memenuhi kebutuhan pasien di rumah sakit dan fasilitas layanan kesehatan di seluruh kabupaten dan kota.

‎“Begitu banyak masyarakat, dalam hal ini pasien-pasien yang membutuhkan uluran tangan dan bantuan kita bersama. Karena itu, ketersediaan darah harus selalu terjaga,” jelasnya.

‎Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi PMI bukan hanya pada jumlah pendonor, tetapi juga konsistensi donor darah secara sukarela dan berkelanjutan. Oleh sebab itu, PMI Provinsi Gorontalo terus mendorong agar donor darah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.

‎“Kami berharap donor darah tidak hanya dilakukan saat momentum tertentu, tetapi menjadi kebiasaan. Misalnya setiap tiga bulan sekali masyarakat bisa datang langsung ke UTD untuk mendonorkan darahnya,” ungkap Leisyawati.

‎Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ketersediaan darah. PMI Provinsi Gorontalo, kata dia, terus membangun kerja sama dengan pemerintah daerah, instansi vertikal, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, serta komunitas relawan.

‎Keterlibatan insan pers dalam kegiatan donor darah dinilai memiliki nilai strategis, tidak hanya sebagai pendonor, tetapi juga sebagai agen edukasi bagi masyarakat luas.

‎“Wartawan memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan kemanusiaan. Ketika insan pers ikut berdonor, itu menjadi contoh sekaligus edukasi bahwa donor darah adalah kebutuhan bersama,” tambahnya.

‎PMI Provinsi Gorontalo memastikan kesiapan untuk terus mendukung setiap kegiatan kemanusiaan yang digagas berbagai elemen masyarakat, termasuk insan pers, sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan darah dan meningkatkan solidaritas sosial.

‎Kegiatan donor darah tersebut turut dihadiri jajaran pengurus PMI Provinsi Gorontalo, di antaranya Wakil Ketua Jusuf S. Puhi, S.Pd, serta Sekretaris Drs. Risman Karim, M.Pd.

‎Melalui momentum HPN ke-80 ini, PMI Provinsi Gorontalo berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya donor darah semakin meningkat, sekaligus terbangunnya budaya donor darah yang rutin dan berkelanjutan di Provinsi Gorontalo. (Hadi)