GORONTALO – Rumah Sakit Bhayangkara Polda Gorontalo bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Gorontalo menggelar bimbingan teknis pemanfaatan Aplikasi Sistem Terpadu Sinergi Kelahiran dan Kematian Terintegrasi (ST SEHATI), Rabu (4/2/2025).
Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat RS Bhayangkara ini diikuti oleh petugas register dan operator dari kedua instansi sebagai persiapan pengoperasian aplikasi layanan administrasi kependudukan berbasis integrasi.
Direktur RS Bhayangkara Polda Gorontalo, dr. Lika Mustika Delima, mengatakan bimbingan teknis ini bertujuan membekali operator agar siap menjalankan aplikasi ST SEHATI secara optimal. Aplikasi tersebut dirancang untuk mempercepat penerbitan dokumen administrasi kependudukan, khususnya akta kelahiran dan akta kematian.
Menurut Lika, pelatihan ini menjadi tahapan awal sebelum penandatanganan nota kesepakatan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Gorontalo dan Polda Gorontalo.
“Setelah kerja sama resmi berjalan, setiap peristiwa kelahiran dan kematian di RS Bhayangkara dapat langsung ditindaklanjuti dengan penerbitan dokumen kependudukan tanpa proses berbelit,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, RS Bhayangkara mencatat rata-rata sekitar 200 peristiwa kelahiran setiap bulan, sehingga integrasi layanan kependudukan dinilai sangat mendesak untuk meringankan beban masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Gorontalo, Muhtar Taufik Saleh Nuna, menegaskan bahwa inovasi ST SEHATI merupakan wujud kolaborasi antara rumah sakit dan Dukcapil melalui integrasi pencatatan kelahiran dan kematian dengan sistem administrasi kependudukan.
“Melalui ST SEHATI, proses birokrasi yang selama ini dinilai panjang dan tidak efisien dapat dipangkas secara signifikan,” tegasnya.
Ia berharap penerapan aplikasi ini mampu meningkatkan kualitas layanan publik serta memberikan kemudahan dan kepastian administrasi kependudukan bagi masyarakat Kabupaten Gorontalo




















