‎KKD UMGO Gandeng MDMC, Desa Pangadaa Diperkuat Menuju Desa Siaga Bencana

Workshop Penanggulangan Bencana Alam di Desa Pangadaa, Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, Kamis (5/2/2026
Workshop Penanggulangan Bencana Alam di Desa Pangadaa, Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, Kamis (5/2/2026

Otanaha.id -

GORONTALO – Mahasiswa Kuliah Kerja Dakwah (KKD) Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) Angkatan 29 Tahun 2026 bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menggelar Workshop Penanggulangan Bencana Alam di Desa Pangadaa, Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, Kamis (5/2/2026).

‎Workshop yang mengusung tema “Desa Siaga Bencana, Masyarakat Tangguh” ini menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, khususnya dalam memperkuat kapasitas dan kesiapsiagaan warga desa menghadapi risiko kebencanaan, terutama banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.

‎Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi mahasiswa KKD UMGO Angkatan 29 dengan Pemerintah Desa Pangadaa sebagai bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya mitigasi bencana.

‎Workshop menghadirkan pemateri dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Hasan Abas, S.Ap. Dalam materinya, ia menekankan pentingnya penguatan kapasitas masyarakat sebagai aktor utama dalam penanggulangan bencana.

‎“Ketika bencana terjadi, masyarakat adalah pihak pertama yang terdampak. Karena itu, kesiapsiagaan warga menjadi kunci utama dalam penyelamatan jiwa dan pengurangan risiko bencana,” ujar Hasan Abas.

‎Ia juga memaparkan peran masyarakat dalam seluruh siklus kebencanaan, mulai dari pra-bencana, saat tanggap darurat, hingga pascabencana. Selain itu, penguatan kapasitas masyarakat perlu dilakukan secara berbasis komunitas, partisipatif, inklusif, berkelanjutan, serta memperhatikan kearifan lokal.

‎Menurutnya, masyarakat yang tangguh adalah masyarakat yang mampu mengenali ancaman, mengurangi risiko, dan pulih secara mandiri setelah bencana.

‎Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Desa Pangadaa, aparat desa, mahasiswa KKD UMGO, serta masyarakat setempat. Antusiasme warga terlihat dari keaktifan mereka dalam sesi diskusi dan tanya jawab, terutama terkait pengalaman kebencanaan yang pernah terjadi di Desa Pangadaa.

‎Workshop secara resmi dibuka oleh Kepala Desa Pangadaa, Mamang Nusi, S.Pd, yang menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKD UMGO atas inisiatif kegiatan tersebut.

‎“Kami sangat merespons positif workshop ini karena manfaatnya sangat dirasakan masyarakat, khususnya warga yang selama ini terdampak banjir. Harapannya, masyarakat semakin memahami langkah penanggulangan bencana yang tepat di Desa Pangadaa,” ungkapnya.

‎Sementara itu, Koordinator Desa Pangadaa, Hamzah Bano, dalam opening speech menyampaikan bahwa workshop ini merupakan hasil observasi lapangan dan diskusi intensif antara mahasiswa KKD, pemerintah desa, dan masyarakat.

‎“Dari hasil observasi, edukasi kebencanaan menjadi kebutuhan mendesak. Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif agar masyarakat selalu sigap dan siap menghadapi potensi bencana,” tegas Hamzah.

‎Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKD UMGO Angkatan 29 berharap masyarakat Desa Pangadaa memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap tangguh dalam menghadapi bencana, sekaligus menjadi langkah awal menuju terbentuknya desa siaga bencana yang mandiri dan berkelanjutan.

‎Program KKD UMGO terus menegaskan komitmen universitas dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam membangun komunitas yang peduli, tangguh, dan siap menghadapi tantangan kebencanaan di masa depan. (Hadi)