GORONTALO, – Mahasiswa Kuliah Kerja Dakwah (KKD) Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) Angkatan 29 Tahun 2026 Desa Pangadaa menggelar Turnamen Mini Soccer Liga 25K sebagai ajang olahraga sekaligus sarana promosi kampus ke tengah masyarakat desa.
Turnamen yang berlangsung di Lapangan Desa Pangadaa, Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (8/2/2026) ini melibatkan pemuda desa, Karang Taruna, serta masyarakat sekitar.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Desa Pangadaa, Mamang H. Nusi, S.Pd. Ia mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKD UMGO yang dinilai mampu menghadirkan kegiatan positif dan membangun kebersamaan masyarakat melalui olahraga.
“Olahraga bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang disiplin, sportif, dan menjunjung kebersamaan,” ujar Mamang.
Ia berharap turnamen seperti ini dapat menjadi agenda rutin desa.
Selain mendorong aktivitas kepemudaan, turnamen ini juga dimanfaatkan sebagai media promosi Universitas Muhammadiyah Gorontalo kepada masyarakat pedesaan, sejalan dengan visi kampus Menuju Excellent University.
Ketua Panitia Hanz Dirgantara, selaku Koordinator KKD UMGO Desa Pangadaa, menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari konsolidasi mahasiswa KKD dengan pemuda Karang Taruna yang memiliki semangat sama dalam membangun desa melalui olahraga.
“Mahasiswa KKD tidak hanya menjalankan program pengabdian, tetapi juga membawa visi kampus untuk berkontribusi nyata serta membangun citra positif UMGO di tingkat desa,” jelas Hanz.
Kolaborasi antara pemerintah desa, Karang Taruna, dan mahasiswa KKD UMGO dinilai berhasil menciptakan dampak positif, baik dari sisi sosial, kepemudaan, maupun hubungan antara dunia akademik dan masyarakat.
Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari sejumlah fakultas di Universitas Muhammadiyah Gorontalo yang berperan sebagai sponsor, sebagai bentuk komitmen kampus dalam mendukung pengembangan minat dan bakat generasi muda.
Melalui Turnamen Mini Soccer Liga 25K, panitia berharap UMGO semakin dikenal luas dan diminati masyarakat, khususnya generasi muda di Kecamatan Dungaliyo dan sekitarnya, serta menjadi awal kolaborasi berkelanjutan dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul. (Hadi)






















