GORONTALO, – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Gorontalo mengikuti Zoom Meeting Analisa dan Evaluasi (Anev) kinerja Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Tahun 2026, Kamis (12/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 hingga 13.30 Wita di Ruang Rapat Ditreskrimsus Polda Gorontalo itu dipimpin secara nasional oleh Bareskrim Polri dan melibatkan Badan Pangan Nasional, Bulog, Dinas Pangan, Dinas Perindag, BPS, serta jajaran Satreskrim di daerah.
Dirreskrimsus Polda Gorontalo selaku Kasatgasda menyampaikan, selama periode 5–11 Februari 2026 tercatat sebanyak 9.138 laporan kegiatan pemantauan di seluruh Indonesia, dengan rata-rata 1.306 laporan per hari.
Dari total 9.138 titik pemantauan tersebut, sasaran terbanyak menyasar pedagang atau pengecer sebanyak 5.939 pelaku usaha, disusul ritel modern 1.472 titik. Sementara sasaran terendah berasal dari agen, yakni 70 titik.

Terhadap hasil temuan di lapangan, Satgas telah melakukan sejumlah tindak lanjut, di antaranya pengecekan ke distributor/produsen sebanyak 1.026 kali, penerbitan 128 surat teguran, koordinasi pengisian stok kosong sebanyak 400 kali, pengambilan 33 sampel uji laboratorium, serta rekomendasi pencabutan izin usaha satu kasus dan dua rekomendasi pencabutan izin edar.
Dalam Anev tersebut juga dipaparkan perkembangan harga bahan pokok penting (bapokting) secara nasional.
Untuk komoditas beras premium dan medium di Zona 1 tercatat mengalami tren penurunan dan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Namun, Gorontalo masih termasuk provinsi di Zona 1 dengan harga beras medium rata-rata berada di atas HET.
Harga beras SPHP secara umum masih stabil di bawah HET meski sempat mengalami kenaikan tipis. Sementara minyak goreng merek Minyakita secara nasional masih berada di atas HET di 25 provinsi, namun Gorontalo tidak termasuk di dalamnya.
Komoditas hortikultura seperti bawang merah, bawang putih, serta aneka cabai tercatat secara nasional masih berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) di sejumlah provinsi. Meski demikian, Gorontalo tidak termasuk dalam daftar provinsi dengan harga di atas HAP untuk komoditas tersebut.
<span;>Begitu pula dengan gula konsumsi, telur ayam ras, daging ayam ras, daging sapi segar, hingga daging kerbau beku yang secara nasional masih di atas HAP di beberapa provinsi. Gorontalo dipastikan tidak masuk dalam kategori provinsi dengan harga melampaui HAP untuk komoditas-komoditas tersebut.
<span;>
<span;>Dalam aspek publikasi, tercatat sebanyak 3.038 link pemberitaan terkait kegiatan Satgas Saber Pangan periode 5–11 Februari 2026. Namun, Gorontalo masuk dalam lima provinsi dengan jumlah publikasi terendah, yakni hanya empat berita.
Melalui forum Anev tersebut, disampaikan sejumlah rekomendasi, antara lain peningkatan ketelitian penginputan data, penguatan sosialisasi hotline pengaduan kepada masyarakat, peningkatan intensitas pengawasan terhadap pedagang dan pengecer, serta optimalisasi publikasi kinerja Satgas guna memberikan rasa aman dan kepastian kepada masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2026.
Kegiatan berlangsung aman dan terkendali. Perkembangan selanjutnya akan terus dilaporkan secara berjenjang.






















