BOALEMO – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, SMK Bina Mandiri Boalemo menggelar kegiatan Halal Bihalal yang berlangsung khidmat, reflektif, dan penuh nuansa kekeluargaan, Jumat (13/2/2026), di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini dihadiri Pembina SMK Bina Mandiri Boalemo, Dr. Ikram Muhammad, M.Si, Kepala SMK Bina Mandiri Boalemo Yuriko B. Ishak, S.Pd, dewan guru, tenaga kependidikan, serta seluruh peserta didik. Kehadiran seluruh unsur civitas sekolah mencerminkan kuatnya integrasi struktural dan kultural dalam membangun ekosistem pendidikan yang holistik, berbasis nilai, dan berorientasi pada pembentukan karakter.
Secara konseptual, halal bihalal tidak hanya dimaknai sebagai tradisi sosial-keagamaan, tetapi juga sebagai instrumen pendidikan nilai. Kegiatan ini menjadi media internalisasi karakter, penguatan etika sosial, serta pembentukan kepribadian peserta didik yang berlandaskan nilai spiritual, moral, dan kemanusiaan. Dalam perspektif pendidikan modern, halal bihalal merupakan bagian dari hidden curriculum yang berperan strategis dalam membentuk sikap dan perilaku siswa di luar ruang kelas formal.

Dalam sambutannya, Dr. Ikram Muhammad menegaskan bahwa halal bihalal memiliki dimensi edukatif yang kuat dalam sistem pendidikan karakter.
“Halal bihalal bukan sekadar ritual tradisi, tetapi instrumen penting pendidikan karakter. Di sini peserta didik belajar nilai keikhlasan, empati, rekonsiliasi sosial, dan kebersamaan. Ini adalah proses pendidikan moral yang tidak tertulis dalam buku teks, namun sangat menentukan pembentukan kepribadian generasi muda. Dengan hati yang bersih dan relasi sosial yang harmonis, kita mempersiapkan diri menyambut Ramadan 1447 H sebagai momentum transformasi spiritual dan etika,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa pendidikan modern tidak cukup berorientasi pada aspek kognitif dan keterampilan teknis semata, tetapi harus terintegrasi dengan pembinaan spiritual dan moralitas.
“Sekolah harus menjadi ruang pembentukan manusia seutuhnya, bukan hanya mencetak lulusan yang cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional, sosial, dan spiritual. Inilah esensi pendidikan berkarakter,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SMK Bina Mandiri Boalemo, Yuriko B. Ishak, S.Pd, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh civitas akademika serta mengajak warga sekolah menjadikan Ramadan sebagai momentum refleksi dan transformasi diri.
“Atas nama pimpinan sekolah, saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh dewan guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik. Momentum halal bihalal ini menjadi ruang refleksi bersama untuk memperbaiki diri, memperkuat persatuan, serta membangun budaya sekolah yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa SMK Bina Mandiri Boalemo berkomitmen menjadikan nilai spiritualitas sebagai bagian integral dari sistem pendidikan sekolah.
“Kami tidak hanya membangun kompetensi akademik dan vokasional, tetapi juga karakter, etika, dan spiritualitas peserta didik. Ramadan harus menjadi sarana pendidikan nilai, bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan proses pembentukan kepribadian yang utuh dan beradab,” jelasnya.
Suasana kegiatan semakin sarat makna saat seluruh peserta saling bersalaman dan bermaafan sebagai simbol rekonsiliasi sosial dan kesiapan spiritual menyambut bulan suci. Interaksi tersebut mencerminkan budaya sekolah yang berbasis nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan solidaritas sosial.
Melalui kegiatan ini, SMK Bina Mandiri Boalemo menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan yang mengembangkan paradigma integrated education, yakni pendidikan yang menggabungkan dimensi akademik, moral, sosial, dan spiritual secara seimbang dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut selaras dengan pengembangan sumber daya manusia unggul di Provinsi Gorontalo serta sejalan dengan visi penguatan pendidikan tinggi yang dikembangkan oleh Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) sebagai pusat pengembangan intelektualitas, moralitas, dan kepemimpinan lokal.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, SMK Bina Mandiri Boalemo semakin meneguhkan eksistensinya sebagai sekolah yang tidak hanya unggul secara akademik dan vokasional, tetapi juga kokoh dalam pembangunan karakter, spiritualitas, dan nilai kebangsaan, guna mencetak generasi muda Boalemo yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan berdaya saing.





















