GORONTALO UTARA – Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara bersama Satgas Saber bergerak cepat menjaga ketahanan pangan masyarakat menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Sebanyak 2,5 ton beras Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) disalurkan kepada 250 kepala keluarga di 10 desa Kecamatan Monano, Senin (16/2/2026).
Penyaluran bantuan dipusatkan di Kantor Kecamatan Monano dan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Gorontalo Utara, didampingi Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, perwakilan Badan Pangan Nasional, serta Perum BULOG bersama unsur terkait lainnya.
Setiap kepala keluarga menerima 10 kilogram beras. Bantuan ini bersumber dari stok CPPD Kabupaten Gorontalo Utara Tahun 2025.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap potensi kekurangan ketersediaan pangan, gejolak harga, bencana alam, hingga kondisi darurat, sekaligus melindungi rumah tangga miskin dan rawan pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Sisa Stok 2,76 Ton, Tambahan 2,5 Ton Dialokasikan 2026.
Pemerintah daerah mencatat total stok CPPD tahun 2025 sebesar 5,26 ton yang disimpan di Gapoktan Maju Bersama. Setelah penyaluran 2,5 ton, sisa cadangan pangan saat ini berada di angka 2,76 ton beras.
Untuk memperkuat buffer pangan daerah, pada tahun 2026 Pemkab Gorontalo Utara juga telah mengalokasikan tambahan pengadaan 2,5 ton beras CPPD.
Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan ketersediaan pangan tetap aman dan terkendali, terutama menjelang Ramadan yang umumnya diikuti peningkatan kebutuhan masyarakat.
Pengawasan Harga Tetap Berjalan
Sejalan dengan penyaluran bantuan, Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Provinsi Gorontalo turut melakukan pemantauan harga di pasar tradisional dan ritel modern di wilayah Gorontalo Utara.
Pemantauan dilakukan bersama Polres Gorontalo Utara, Badan Pangan Nasional, serta Perum BULOG guna menjaga stabilitas harga dan memastikan distribusi pangan berjalan sesuai ketentuan.
Melalui kombinasi strategi bantuan langsung dan pengawasan pasar, pemerintah berharap stabilitas harga dan ketersediaan pangan tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan tenang tanpa kekhawatiran lonjakan harga kebutuhan pokok.




















