GORONTALO – Universitas Bina Taruna Gorontalo (UNBITA) memperkuat transformasi kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) melalui kegiatan Desain dan Implementasi Kurikulum OBE yang digelar pada 16–17 Februari 2026 di Aula Inovasi UNBITA.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis kampus dalam meningkatkan mutu akademik sekaligus memastikan lulusan memiliki kompetensi terukur dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Rektor UNBITA, Ellys Rachman, menegaskan bahwa pendekatan OBE menempatkan capaian pembelajaran sebagai pusat seluruh proses akademik.
“OBE memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi yang jelas, terstandar, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Ini bukan sekadar perubahan dokumen, tetapi perubahan sistem,” tegasnya.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber nasional, Dandi Darmadi, yang memaparkan pentingnya pergeseran paradigma dari sekadar penyampaian materi menuju pencapaian kompetensi lulusan yang terukur.
Menurutnya, seluruh komponen kurikulum mulai dari perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), struktur mata kuliah, strategi pembelajaran hingga sistem asesmen harus dirancang terintegrasi dan berbasis eviden.
“Learning outcomes adalah titik sentral OBE. Setiap aktivitas pembelajaran dan penilaian harus berkontribusi langsung pada capaian kompetensi,” jelasnya.
Dalam implementasinya, UNBITA menekankan siklus OBE yang utuh: perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan berbasis data akademik yang valid. Evaluasi berbasis eviden menjadi kunci agar OBE tidak berhenti sebagai dokumen administratif.
Rektor juga menyoroti pentingnya ketepatan dalam merumuskan CPL agar selaras dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) serta kebutuhan pemangku kepentingan.
“Rumusan CPL harus spesifik, terukur, dan relevan dengan profil lulusan yang ingin dihasilkan. Di situlah identitas akademik program studi dibangun,” ujarnya.
Selain itu, penyusunan kurikulum berbasis OBE juga melibatkan pemangku kepentingan eksternal, termasuk alumni dan pengguna lulusan. Masukan dari tracer study dan dunia industri menjadi dasar agar kurikulum adaptif terhadap dinamika pasar kerja.
Dandi menegaskan, keberhasilan OBE sangat bergantung pada komitmen kolektif sivitas akademika dalam membangun budaya mutu pembelajaran.
“OBE adalah sistem manajemen mutu. Jika dijalankan konsisten dan berbasis data, dampaknya bukan hanya pada daya saing lulusan, tetapi juga reputasi institusi,” pungkasnya. (Hadi)






















