GORONTALO – Polda Gorontalo menggelar Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) Tahun 2026 di Aula Titinepo, Rabu (18/2/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam merumuskan arah kebijakan dan langkah operasional pengamanan wilayah guna mendukung pelaksanaan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2026.
Rapimwil 2026 mengusung tema “Polri Presisi Siap Mengamankan, Mendukung, dan Menyukseskan Rencana Kerja Pemerintah 2026”. Forum tersebut dihadiri Gubernur Gorontalo, unsur Forkopimda, termasuk Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, pimpinan TNI, jajaran pemerintah daerah, serta pejabat utama dan para kapolres di lingkungan Polda Gorontalo.
Kapolda Gorontalo dalam arahannya menegaskan bahwa Rapimwil merupakan momentum konsolidasi internal sekaligus penguatan sinergi eksternal. Menurutnya, tantangan keamanan ke depan semakin kompleks, mulai dari dinamika sosial masyarakat, potensi konflik, kejahatan konvensional hingga perkembangan kejahatan berbasis teknologi.
“Melalui Rapimwil ini, kami melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan tugas tahun sebelumnya, sekaligus menyusun strategi pengamanan yang adaptif dan responsif terhadap perkembangan situasi kamtibmas,” tegasnya.
Polda Gorontalo juga menekankan pentingnya pendekatan preventif dan humanis dalam menjaga stabilitas daerah. Optimalisasi fungsi Bhabinkamtibmas, penguatan deteksi dini, serta peningkatan kerja sama lintas sektor menjadi prioritas dalam mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) yang kondusif.
Selain itu, Polda Gorontalo berkomitmen mendukung program prioritas pemerintah daerah melalui pengamanan agenda pembangunan, pengawasan distribusi logistik, serta penguatan pelayanan publik berbasis Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan).
Partisipasi aktif DPRD dan pemerintah daerah dalam Rapimwil ini turut memperkuat koordinasi kebijakan, khususnya dalam aspek dukungan anggaran, sarana prasarana, dan program pembinaan masyarakat.
Melalui Rapimwil 2026, Polda Gorontalo berharap terbangun sinergi yang semakin solid antara TNI-Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat, sehingga stabilitas keamanan di Provinsi Gorontalo tetap terjaga dan mampu menunjang pembangunan yang aman, damai, dan sejahtera. (Hadi)






















