Mahasiswa IKOR UMGO Diskusi dengan Kabid Olahraga Provinsi, Perkuat Peran Prodi Ilmu Keolahragaan Satu-Satunya di Gorontalo

Mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan (IKOR ) UMGO menggelar diskusi lintas program studi bersama Kepala Bidang Olahraga Provinsi Gorontalo, Lajutba, S.Pd, Dispora Provinsi Gorontalo, Senin (23/02/2026).
Mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan (IKOR ) UMGO menggelar diskusi lintas program studi bersama Kepala Bidang Olahraga Provinsi Gorontalo, Lajutba, S.Pd, Dispora Provinsi Gorontalo, Senin (23/02/2026).

Otanaha.id -

GORONTALO – Mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan (IKOR) Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) menggelar diskusi lintas program studi bersama Kepala Bidang Olahraga Provinsi Gorontalo, Lajutba, S.Pd, di Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Gorontalo, Senin (23/02/2026).

‎Forum tersebut menjadi langkah strategis memperkenalkan eksistensi Prodi Ilmu Keolahragaan UMGO sebagai satu-satunya program studi keolahragaan di Gorontalo yang mengusung pendekatan sport science dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) olahraga berbasis keilmuan.

‎Diskusi diinisiasi Hanz Dirgantara, mahasiswa semester delapan IKOR UMGO yang tengah menjalani Kuliah Kerja Dakwah (KKD) di Desa Pangadaa. Ia menyebut kunjungan ke Dispora bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga bentuk perkenalan resmi sekaligus penguatan jejaring akademik dengan pemerintah daerah.



‎“Kami ingin membangun kepercayaan bahwa Prodi Ilmu Keolahragaan UMGO layak diperhitungkan dan mampu melahirkan SDM olahraga yang profesional,” ujar Hanz dalam forum tersebut.

‎Ia memaparkan, peluang lulusan Ilmu Keolahragaan terbuka luas, mulai dari kepelatihan, manajemen olahraga, analisis performa atlet, kesehatan dan kebugaran, hingga media serta kewirausahaan olahraga. Menurutnya, tantangan utama bukan pada minimnya peluang, melainkan kesiapan mahasiswa memaksimalkan kompetensi sport science selama masa studi.

‎Hanz juga menyoroti kondisi di sejumlah instansi olahraga daerah yang masih diisi tenaga non-latar belakang pendidikan olahraga. Ia berharap pemerintah daerah dapat memberi ruang lebih besar bagi lulusan Ilmu Keolahragaan agar keilmuan yang diperoleh di bangku kuliah benar-benar terimplementasi dalam pembinaan olahraga.

‎Menanggapi hal itu, Lajutba, S.Pd menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa UMGO yang proaktif membangun komunikasi dengan pemerintah. Ia menilai langkah tersebut mencerminkan kepedulian generasi muda terhadap kemajuan olahraga daerah.

‎Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pembinaan atlet yang kini menuntut pendekatan ilmiah dan terukur.

‎“Olahraga modern membutuhkan basis sport science. Jika ada lulusan yang kompeten dan siap berkontribusi, tentu menjadi kekuatan baru bagi pembinaan olahraga di daerah,” ungkapnya.

‎Diskusi ini diharapkan menjadi titik awal penguatan sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah. Dengan statusnya sebagai satu-satunya Prodi Ilmu Keolahragaan di Gorontalo, UMGO ditantang menjadi pusat pengembangan sport science sekaligus mencetak lulusan yang adaptif, profesional, dan siap memberi kontribusi nyata bagi kemajuan olahraga Provinsi Gorontalo. (Hadi)