LIMBOTO – Kebijakan Bupati Gorontalo yang menginstruksikan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi Ketua Takmirul Masjid mulai menunjukkan dampak nyata di lapangan.
Di Kelurahan Hepuhulawa, Masjid An Nur kini bertransformasi menjadi pusat syiar dan pembinaan generasi muda setelah dipimpin Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Gorontalo, Muhtar Nuna, SSTP, ME.
Muhtar yang dipercaya sebagai Ketua Takmirul Masjid An Nur tak sekadar menjalankan peran administratif. Ia turun langsung memimpin pembenahan fisik masjid sekaligus menggagas program pemakmuran yang menyentuh aspek spiritual dan pembinaan karakter remaja.
“Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi pusat peradaban dan pengembangan mental generasi muda, sebagaimana harapan Bupati,” ujarnya.
Kebijakan Bupati Gorontalo ini juga mengubah pola Safari Ramadan tahun 2026. Jika sebelumnya agenda lebih terfokus pada kunjungan seremonial, kini para pimpinan OPD diarahkan untuk memperbanyak ibadah bersama keluarga serta memakmurkan masjid di lingkungan masing-masing.
Di Masjid An Nur, semangat itu diwujudkan melalui Lomba Kultum Ramadan tingkat SMP/MTs sederajat yang berlangsung pada 7–27 Ramadan. Puluhan peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Gorontalo ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Panitia menghadirkan dewan juri dari unsur penyuluh agama dan tokoh dakwah, di antaranya Drs. Mashudi Nggole dan Ustaz Sulaiman, LC, alumni Yaman, bersama Ketua Takmir.
Menariknya, lomba ini tidak hanya memperebutkan hadiah jutaan rupiah dan sertifikat, tetapi juga membuka kategori juara favorit berbasis dukungan media sosial seperti Facebook, TikTok, dan Instagram. Pendekatan ini dinilai sebagai strategi memadukan dakwah konvensional dan digital agar lebih dekat dengan generasi muda.
Sejak kepemimpinan baru, Masjid An Nur mencatat sejumlah progres signifikan. Renovasi bangunan dilakukan, fasilitas tempat wudu dibenahi, dan berbagai kegiatan ibadah serta sosial kembali diaktifkan.
Saat ini, takmir tengah membangun fasilitas wudu dan toilet terpisah bagi perempuan. Pembangunan tersebut masih membutuhkan dukungan dana dari jamaah dan masyarakat.
Pengurus pun membuka kesempatan infaq selama Ramadan, baik melalui rekening takmir maupun secara langsung kepada panitia. Harapannya, Masjid An Nur semakin nyaman dan mampu menjadi pusat pembinaan generasi religius di Gorontalo.
Langkah ini menjadi contoh konkret bagaimana kebijakan kepala daerah tidak berhenti pada instruksi, tetapi diterjemahkan menjadi gerakan nyata di tengah masyarakat.






















