LIMBOTO – Pemerintah Kelurahan Dutulanaa, Kecamatan Limboto, bergerak cepat menindaklanjuti keluhan warga soal kelangkaan LPG 3 kilogram. Dalam inspeksi mendadak (sidak) yang digelar Rabu (25/2/2026), lurah bersama aparat menemukan dugaan praktik penjualan gas bersubsidi ke penampung dalam jumlah besar.
Sidak dipimpin langsung Lurah Dutulanaa, Selvi Katili, dengan melibatkan Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Satu per satu pangkalan didatangi untuk memastikan distribusi LPG 3 kilogram berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.
“Hasilnya, ada pangkalan yang mengaku menjual sebagian tabung kepada penampung. Ini tentu merugikan masyarakat,” tegas Selvi.
Dari total 90 tabung yang diterima salah satu pangkalan, sebanyak 30 tabung dijual kepada penampung. Sisanya baru dipasarkan ke warga. Padahal, menurut laporan masyarakat, sudah sekitar tiga pekan terakhir mereka kesulitan mendapatkan gas melon tersebut.
Sidak ini, kata Selvi, merupakan tindak lanjut instruksi Bupati Gorontalo, Sekretaris Daerah, Komisi II DPRD, hingga Camat agar pemerintah kelurahan aktif mengawasi distribusi LPG bersubsidi.
Sebelum turun lapangan, Selvi mengaku telah menginstruksikan para kepala lingkungan memantau aktivitas pangkalan selama dua hari terakhir. Dari delapan pangkalan yang diperiksa, tiga di antaranya terindikasi melakukan praktik serupa, meski dengan jumlah berbeda.
“Ada yang menjual 5 sampai 10 tabung ke pihak tertentu. Bahkan ada yang menjual di atas HET Rp18 ribu menjadi Rp20 ribu dengan alasan tidak ada uang kembalian,” ungkapnya.
Sebagai langkah awal, pihak kelurahan memberikan surat pernyataan kepada pangkalan yang terbukti melanggar agar tidak mengulangi perbuatannya. Jika kembali melakukan pelanggaran, pemerintah kelurahan merekomendasikan penutupan kepada pihak kecamatan.
“Kami tidak ingin masyarakat dirugikan. LPG 3 kilogram ini subsidi untuk warga kurang mampu, bukan untuk diperjualbelikan ke penampung,” tegas Selvi.
Pengawasan, lanjutnya, akan terus diperketat, terutama menjelang dan selama Ramadan, guna memastikan ketersediaan gas tetap aman dan harga sesuai ketentuan.
“Ini baru langkah awal. Kami akan kembali turun sidak jika ditemukan indikasi pelanggaran,” tandasnya. (Hadi)




















