Nelayan Bone Bolango Desak Tambahan Kuota BBM, Minta Naik dari 22 KL Jadi 44 KL ‎

Sekretaris Asosiasi Nelayan Pedagang Ikan Bone Bolango saat melakukan Audensi
Sekretaris Asosiasi Nelayan Pedagang Ikan Bone Bolango saat melakukan Audensi

Otanaha.id -

GORONTALO – Gorontalo untuk membahas krisis kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dinilai menghambat aktivitas melaut.

‎Pertemuan yang berlangsung di Buido Café, Kota Gorontalo, itu menghadirkan perwakilan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Gorontalo sebagai mitra pemerintah di sektor kelautan dan perikanan.

‎Sekretaris Asosiasi Nelayan Pedagang Ikan Bone Bolango, Zulkarnain Sahi, mengatakan forum tersebut menjadi ruang penyampaian aspirasi para pemilik kapal yang kesulitan memperoleh BBM sesuai kebutuhan operasional.

‎Menurutnya, kuota BBM yang saat ini ditetapkan sebesar 22 kiloliter (KL) belum mampu mengakomodasi kebutuhan armada kapal di Bone Bolango. Karena itu, asosiasi mengusulkan penambahan kuota menjadi 44 kiloliter.

‎“Kami berharap ada kebijakan dari pihak terkait, khususnya PT Pertamina (Persero) wilayah Gorontalo, agar kuota BBM bisa ditingkatkan demi kelancaran aktivitas nelayan,” ujar Zulkarnain.

‎Ia menegaskan, keterbatasan pasokan BBM berpotensi menurunkan frekuensi melaut, berdampak pada hasil tangkapan, hingga berimbas pada pendapatan nelayan dan stabilitas ekonomi masyarakat pesisir.

‎Melalui dialog tersebut, asosiasi berharap Pemerintah Provinsi Gorontalo dapat menjembatani komunikasi dengan pihak Pertamina untuk memastikan distribusi BBM nelayan berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

‎Asosiasi juga menekankan pentingnya kebijakan distribusi energi yang berpihak pada sektor perikanan tangkap, mengingat nelayan merupakan salah satu penopang utama ekonomi daerah pesisir Bone Bolango.